Anak Anda suka mengamuk ?

0
Diposkan oleh salsa on Senin, 05 Maret 2012


Beberapa kondisi / kemungkinan yang membuat Anak mengamuk :


1. Anak merasa frustasi atas keterbatasan yang dimiliki dirinya seperti : bentuk tubuhnya yang masih kecil tidak memungkinkan untuk melakukan berbagai
macam aktifitas yang diinginkan, seperti menjangkau tempat - tempat tinggi yang biasa digunakan oleh orang tuanya untuk meletakkan barang mainan yang paling disukainya atau, keinginannya untuk keluar dari box tempat dia biasa bermain / istrirahat karena mungkin dia melihat sesuatu benda yang cukup menarik perhatiannya di luar area box tersebut dan lain - lain


2. Anak merasa terancam / takut secara meluap - luap atas sesuatu hal seperti : takut ditinggal sendiri, takut terhadap sebuah benda / binatang / orang atau takut pada kegelapan dan sebagainya sehingga dia merasa sangat terpojok dan merasa sangat putus asa karena merasa tidak mampu menghadapinya sendiri tanpa didukung oleh salah satu atau kedua orang tua atau lingkungannya saat itu


3. Anak merasa kesal sekaligus marah karena keinginannya tidak terpenuhi secara tuntas oleh lingkungannya yang mungkin disebabkan karena kesulitan komunikasi antara keinginan si Anak dengan tanggapan yang didapatnya dari lingkungan sekitar dia beraktifitas, seperti : kemampuan berbicara yang masih belum sempurna, gerakan anggota tubuh yang masih belum terkoordinasi dengan baik dan sebagainya


Beberapa bentuk amukan Anak:
1. meronta - ronta


2. berlari - lari tak tentu arah


3. berguling - guling


4. berteriak


5. menangis dengan keras


6. melempar atau menarik


7. memukul


8. mengumpat


9. melukai dirinya sendiri dengan berbagai macam cara


10. dan lain - lain ... yang cenderung ke arah yang cukup mengkhawatirkan kita sebagai orang tuanya


Frekwensi amukan Anak dalam suatu kurun waktu tertentu misalnya dalam sehari, akan semakin menurun / sedikit dengan semakin bertambahnya usia Anak tersebut.
Biasanya, Anak yang memiliki karakter suka mengamuk tersebut memiliki keaktifan dan kecerdasan diatas rata - rata bagi anak seusianya karena "sebenarnya" dia sudah tahu apa yang dia inginkan tetapi terbentur oleh beberapa kondisi seperti yang telah disebutkan diatas.


Beberapa saran yang mungkin bisa Anda gunakan dalam meredakan / menghadapi amukan Anak :


a. Jangan memarahinya, jangan membentaknya dan jangan menyakiti fisiknya seperti : mencubit, memukul atau menyentil atau yang lainnya. Kelak, Anak Anda akan meniru perlakuan Anda menjadi seorang pemarah yang mungkin akan lebih temperamental dibanding sifat orang tuanya. Ada kalanya Anak yang sudah mulai reda dari amukannya akan kembali mengamuk karena perlakuan kasar Anda (memarahinya dengan suara yang meninggi / memukul / mencubit).
Jadi, berusahalah tenang, selalu sabar dan selalu menggunakan akal sehat kita untuk menghadapinya seperti : dengan memberinya pemahaman atas hal yang terjadi lewat permainan kata - kata yang dikemas dengan lembut dan bijak tanpa perlu berdebat atau memaksakan kehendak kita terhadapnya. Karena pada saat Anak mengamuk, mereka tidak menggunakan akal sehat, hanya bisa mengamuk dan mengamuk lagi saja.


b. Jangan pernah membuat Anak merasa diberi hadiah atau merasa dihukum karena mengamuk. Begitu juga, agar jangan mengabulkan keinginan Anak karena ia mengamuk. Sebab Anak akan belajar / berpikir bahwa amukannya membawa kemenangan bagi dirinya yang akan mengakibatkan peningkatan kadar ke - egoisan Anak pada masa pertumbuhan selanjutnya.
Abaikan saja amukannya, biarkan dia mereda sendiri. Setelah itu, baru kita perjelas pokok permasalahannya, berikan solusi dan konsekwensinya atas tindakan dia barusan.


c. Memperkecil kemungkinan Anak untuk melukai diri sendiri atau orang lain atau merusak sesuatu. Karena pada saat mengamuk, Anak tidak dapat menguasai dirinya sendiri. Dia juga sangat ketakutan dan bingung dengan amarahnya.
Beri sentuhan atau pelukan lembut dari arah belakang tubuh si Anak. Dan bila dia menolak / tidak mau dipeluk, maka jangan memaksa, biarkan dia menangis atau bergulingan atau duduk di lantai tapi, ... awasi ketat Anak Anda dan lingkungan sekitarnya, cegah secepatnya bila Anak hendak menyakiti dirinya sendiri seperti : memukul dirinya sendiri atau membenturkan kepala / bagian tubuh lainnya ke lantai atau dinding atau sebagainya yang kita anggap berbahaya. Dan singkirkan semua barang - barang di sekitarnya yang mungkin bisa membahayakan Anak Anda secepatnya.


d. Tidak perlu merasa malu menangani amukan Anak di depan umum. Banyak orang tua yang merasa malu jika anaknya mengamuk di tempat umum sehingga mereka akan segera menyogok Anaknya agar amukannya reda. Hal ini akan sangat merugikan, karena begitu Anak Anda belajar tentang situasi ini, dia akan selalu menggunakan amukannya sebagai senjata agar semua keinginannya dikabulkan. Jika ini terjadi, maka orang tua akan sulit mengendalikan keinginan Anak. Kelak, orang tua tersebut baru akan menyadari serta mengeluhkan sifat Anaknya yang menjadi amat manja, cengeng, galak, egois, banyak maunya dan rewel.
CoPas.........

Share This Post

0 komentar:

Poskan Komentar